Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi / Sajak

Mengisi waktu luang ✌

Gambar
                              Siluet Serigala (A Rahman) Mentari mendadak legam tertimpa ludah seekor serigala, Awan-awan berbondong menghasut malam jatuh lebih awal, sedangkan racun  telah tersintesis di kepala hewan yg dungu dalam dercap suara pilu, Semua serba kacau... Angin-angin dihadang oleh sudut pandang ke-dian Pikiran-pikiran telanjang dirayu ke-akuan Sekawanan domba mendadak bingung, Bingung kenapa hari ini sebajingan lidah pembual, Bingung kenapa ada seekor serigala yg berani meludahi matahari, yg menghasut semua awan bekerja dibawah kebahagiannya, yg selalu bermandikan dusta, Tetapi tidak ada yg dikawatirkan bagi sekawanan domba, Hanya saja hari ini malam jatuh terlalu cepat, secepat seorang dungu mengubur kepalanya. (Pulau Ajaib , 11 Mei 2017)

Iseng

Gambar
                         Demi Pisang !  (Arif Rahman) Dunia tersenyum, Melihat monyet berdiri lantang, Di dalam gedung berkardus kardus, Pada ubin yang menguap Juga pada hewan yg berharap Dunia tersenyum, Melihat monyet menyulam pisang, Menjelma uang, Lalu hilang, Apa yang mereka bawa pulang? Lalu senja dibungkam petang, Monyet menyeruak girang, Mensuarakan argumen gigil, Membelah dan menyeret kawan Demi selirang pisang, Selirang ? Masih kurang Segudang ? Juga kurang Maka pikunlah para monyet dengan dogma tuhan, tentu ! Reklame2 tersebut sudah sangat paham, bersama pisang yg kerap melarikan pertanyaan, kepulangan, juga kepergian, Hal hal tersebut terlihat culas

Mengisi waktu

                DIMANA HARUS KUBUANG                          (Arif Rahman) Kulihat kenangan masih menunggu, Menggantungkan sejarah pada gerbong kereta tua, Meninggalkan luka pada peron yg hampir tutup, Kau pernah mengatankan, Kenangan hanyalah serapah yg akan menghitam Yg membekas pada lorong2 Yg terkelupas dihuyur kesedihan Dan berjatuhan satu persatu, Hingga samar, Sesamar wajahmu, Pada pelarian kala itu, Aku ragu dengan masa lalu Yg masih terpatri hangat Dengan sentuhan soldier yg gigil, Tepat di pembuluh nadiku, Apakah itu asumsiku ?? Aku seperti jarum jam yg kehilangan arah, Haruskahku makan kenangan itu ? Bersama bajingan yg membungkusmu, Serta susu yang melihat malu Ah biarkanlah, Kenangan hanyalah hantu, Menakutkan jika senja mulai mengatup, Tenggelam pada bilik...

Mengonversi teks "Meraih Impian" Kurikulum 2013

Gambar
    Stasiun Harap  (Karya Arif Rahman)                            Kata ibu, Cita tumbuh diantara tubuh kita Lahir diantara rambut dan setangkup doa Serta pekik harap di malam hari Kau pernah mengatakan, Barangkali hidup seperti lembar-lembar kertas yang bisu Yang hanya hidup dalam benakmu Yang melintas dalam mimpi seperti gerbong-gerbong kereta api tua Yang menggumpalkan jejak sejarah pada gumpal-gumpal asap yang kelam Aku dan ayah duduk di sana Menatap mimpi mimpi itu yang perlahan kabur tertiup angin Barangkali kebahagiaan seperti sebutir pasir Yang mudah lenyap dan resap tergerus air Namun, setiap malam ibu selalu memintal doa Dalam setiap rajut kain dan benang kusut di dalam igaunya Apa yang lebih berat dalam hidup ini ? Selain mengambil keputusan, memilih dan memilah doa serta takdir  Hidup, Juga seperti setangkai bunga yang setiap kelopaknya bisa saja busuk...

Duh, Hujan..

Gambar
Duh, Hujan (Andy Sri Wahyudi) /1/ ..lalu kita sulam cerita di beranda dengan segelas kopi dan camilan. kurasa kita cukup dewasa tuk merubah cinta beranjak dari ingatan, memotong mimpi dan membungkus kekasih bangsat ! /3/ kita bukan prakiraan cuaca karena hujan tak berkesudahan rintiknya menggenggam masa lalu berdiri di depan pintu rumahmu.

Segelas kopi susu di bawah hujan

Gambar
Segelas kopi susu di bawah hujan (Andy Sri Wahyudi) biarkan sementara ini aku berteduh aku ingin menyusun bajingan bernama perasaan sambil melempar air mata dalam arus buatan hujan biarkan ia terus berjalan menembus ingatan yang diam-diam melukis hilang...